Langsung ke konten utama

Forum Grand Design Bahas Moderasi Beragama di Kulon Progo


Kulon Progo. Kapten Inf Wiyono Danramil 01/Wates Kodim 0731/Kulon Progo, bersama Sekda Kulon Progo Ir. RM. Astungkoro, M. Hum., Asda 1 Drs. Jazil Ambar Was'an, Ketua Kemenag Wahib Jamil, S.Ag., MPD, Kapolsek Wates AKP Gunardi Teja Murti, SH., Kasi Intel Kejaksaan Wates Yogi Andiawan, S.H., Kakesbangpol Budi Hartono, S.S.I, M.Si., Isnanto  dari BPN Kulon Progo, mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor/Forum Grand Design (FGD) membahas moderasi beragama di Kulon Progo, yang berlangsung di RM. Dapur Semar Wates, Selasa (16/11). 

Ka Kemenag dalam sambutannya mengatakan bahwa agenda FGD kami yaitu pendidikan agama, layanan terkait administrasi dan pemberdayaan masyarakat, yang diharapkan sejalan dengan pembangunan di Kulon Progo. Program kami saat ini bersifat informatif, krusial maupun berdiskusi. Program informatif ada beberapa layanan, tata kelola pemerintahan untuk memasuki zona. Terkait pembangunan kerukunan umam beragama ada penyuluhan terkait aliran keagamaan, layanan nikah dan rujuk, saat ini masih ada 18% data belum tercatat di data Dukcapil.  Untuk kedepannya KUA akan dijadikan pelayanan seluruh agama.
Sekda kulon Progo menyampaikan apresiasi kepada peserta acara ini, dan mengharapkan moderasi beragama in, sebagai keragaman beragama bisa menjadi nasional.  Apa yang disampaikan oleh Ka Kemenag adalah sebagian kecil dari keanekaragaman yang ada.  Tanah wakaf dan lain-lain  diharapkan  nantinya bisa dibahas, pertama yang akan kita bahas nanti yaitu mind set moderasi beragama.
 
Polres Kulon Progo melalui Kapolsek Wates memberi masukkan, terkait program moderasi agama kami sangat mendukung, dari Polres juga ada program Jum’at keliling untuk menyerap berbagai macam aspirasi tokoh agama, untuk itu kami siap bersinergi untuk kegiatan moderasi beragama ini.
Masukan dari Kodim 0731/Klp melalui Danramil 01/Wates, sesuai tugas kami diantaranya memberi materi  wawasan kebangsaan, harapan kami  ada suatu formulasi yang dihasilkan dari giat FGD yang nantinya formulasi tersebut diharapkan  bisa memberi ruang dan waktu untuk kami dalam mendukung sosialisasi  wawasan kebangsaan bagi masyarakat secara luas.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wates, menginformasikan bahwa sampai saat ini belum aliran kepercayaan ingin diakui seperti agama, kami berharap tidak terjadi gesekan- gesekan disebabkan oleh agama.

BPN, terkait tanah wakaf diharapkan pemilik tanah menjalin komunikasi dengan umat beragama yang lainnya, terutama lingkungan yang berbatasan dengan tanah tersebut,  harapannya tidak terjadi gesekan dengan umat lainnya.

Sekda Kulon Progo menggaris bawahi bahwa yang perlu kita galakkan saat ini yaitu moderasi keagamaan, dengan telah ditemukan adanya aliran kepercayaan maka nantinya akan menjadi pekerjaan rumah Kesbangpol dan Kemenag.  Apa yang disampaikan di rapat ini, akan kita catat dan disampaikan ke forum lainnya. Kalau ada problematika terkait kerukunan umat beragama akan kita lakukan rapat lagi atau koordinasi dengan instansi terkait untuk menjadi satu kesatuan membangun Kulon Progo.

Kakesbangpol menyampaikan bahwa kerukunan umat di masyarakat ini akan kita pilah yang alami atau sengaja dibuat, termasuk untuk moderasi agama ini, kami sudah saling ketemu di FKUB dan tercipta komunikasi yang baik. (Pendim 0731/Klp).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalin Kerja Sama, Kasad Kunjungi The Royal Netherland Army

AMSTERDAM, - Membangun saling pengertian dan meningkatkan profesionalisme serta kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat negara-negara di Eropa, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman mengawali kunjungan kehormatannya ke Kasad Belanda Lieutenant General Martin Wijnen di The Royal Netherland Army Headquarters, Utrecht Belanda. Senin, (19/9/2022). Kunjungan yang berlangsung dengan penuh keakraban itu, diawali dengan upacara kehormatan secara militer dan dilanjutkan Courtesy Call. Dalam perbincangan, Lieutenant General Martin Wijnen menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Jenderal Dudung serta mengapresiasi penerimaan yang baik oleh TNI AD kepada Netherland Army Logistics saat berkunjung ke Pusbekangad dan Pussenif, dua minggu yang lalu. Selanjutnya Jenderal Dudung menyampaikan upaya-upaya dalam peningkatan kemampuan Angkatan Darat kedua negara melalui pendidikan dan latihan bersama, serta mengundang Lieutenant General Martin Wijne...

Kodim 0732/Sleman Buka Gerai Vaksin Booster di Pendopo Kapanewon Gamping

Sleman --- Kodim 0732/Sleman bersama Dinkes Kabupaten Sleman terus melaksanakan percepatan vaksinasi Booster dengan vaksin Astra Zeneca Sebagai upaya perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal, Seperti yang di laksanakan hari ini di Pendopo kapanewon Gamping,Jumat (25/2/2022) Kepala Staf Kodim 0732/Sleman Mayor Arm Ronang Sasiarto Mengungkapkan, Pemerintah akan berusaha terus meningkatkan capaian vaksinasi booster tersebut hingga ke daerah-daerah, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, Hal ini, tentu saja akan sangat terbantu dengan dukungan pemerintah daerah juga setiap elemen masyarakat,"Katanya. Dalam kesempatan itu pula dirinya juga kembali mengingatkan bahwa vaksinasi booster bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat, Karena itu, perlu bantuan dan partisipasi setiap warga guna percepatan dan pemerataan vaksinasi, agar target vaksinasi segera terpenuhi, termasuk di dalamnya, vaksinasi bagi kelompok r...

Babinsa Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Melaksanakan Komsos

Bantul - Tugas pokok Bintara Pembina Desa (Babinsa) mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah binaan agar semakin meningkatkan kedekatan dengan rakyat melalui Komunikasi Sosial (Komsos). Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 11/Dlingo, Sertu Drajat Haryanto bersama warga melaksanakan giat Komsos di  Dusun Gunung Cilik Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Rabu (9-02-2022).  "Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan, selain sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," jelasnya. Dikatakan, seorang Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah warga binaannya agar komunikasi dengan warga dapat terjalin dengan baik, sehingga berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk menyelesaikannya. Tambahnya Menurutnya, dengan terbentuknya suatu aktualisasi diri pribadi, stabilitas sosial, tert...