Langsung ke konten utama

Kejahatan Meningkat, MenkumHAM: Jangan Kambinghitamkan Napi Asimilasi!

Jakarta -- Media berita Indonesia lagi-lagi digemparkan atas pernyataan dari MenkumHAM, Yasonna Laoly, dimana Yasonna Laoly mengeluarkan pernyataannya “Ingat dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini, pasti ada dampak kepada kejahatan, tapi jangan kambinghitamkan semua pada napi asimilasi. Hitung saja presentasi antara yang keluar dan yang mengulang kembali”.

Tak hanya sampai disitu saja, Yasonna Laoly mengharapkan seluruh Kakanwil dan Kadivpas berkoordinasi dengan para Kapolda di seluruh Indonesia agar setiap warga binaan yang sudah dibebaskan dipantau 24 jam setiap harinya, jangan sampai ada yang tidak termonitor dengan baik, tak hanya pribadi napi melainkan keluarganya juga.

Yasonna Laoly akan bertindak tegas dengan napi asimilasi yang berulah kembali. Napi tersebut akan dimasukkan langsung ke sel pengasingan (straft cell) setelah di BAP oleh polisi, tanpa memberi remisi kepada yang bersangkutan.

Menurutnya, kendati pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh narapidana tergolong rendah, asumsikan saja dari 38.000 napi yang telah dibebaskan lalu 50 orang yang kembali melakukan tindak pidana. Angka pengulangan ini masih sangat rendah, bahkan jauh di bawah rate residivisme sebelum Covid-19.

Kebanyakan Narapidana asimilasi yang sudah dibebaskan dan membuat olah lagi yaitu narapidana Pencurian, termasuk juga pencurian motor.

Dalam hal ini, Penulis dibingungkan dengan kebijakan yang dicita-citakan oleh MenkumHAM, Yasonna Laoly.

Yasonna Laoly kan sudah mengetahui dampak Covid-19 ini baik dari aspek sosial, keamanan, terlebih lagi masalah ekonomi. Kenapa terus ingin bersikukuh membebaskan para Napi.

Apa karena ini anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM dan sub-komite PBB Anti-penyiksaan? Ini kan hanya sekedar anjuran bisa dilaksanakan atau tidak, MenkumHAM kan bisa menelaah lebih mendalam apakah kebijakan seperti ini cocok untuk diterapkan di Indonesia, bagaimana jangka panjangnya?

Toh sekarang juga masa-masa sulitnya mencari pekerjaan dan tidak semua masyarakat daerah tempat tinggal Napi yang sudah dibebaskan menerima Napi kembali.

Kalau niatnya untuk mencegah pandemi Covid-19, terapkan saja pembatasan kunjungan narapidana (berkunjung wajib rapid test), pembatasan pembinaan narapidana yang melibatkan stake holder, Namun bisa dilakukan secara video Conference, dan bagi petugas lapas menerapkan pentingnya cuci tangan, pakai masker, penyemprotan disinfektan, sanitasi, pemberian multivitamin, dan penyediaan bilik sterilisasi. Hal ini Penulis merasa cukup untuk mengantisipasi Covid-19.

Bagimanakah jika petugas lapas malah yang terkena, kan bisa menularkan ke Narapidana atau petugas lainnya? Sebelum masuk ke Lapas cek semua orang yang masuk ke lapas tanpa terkecuali ada indikasi positif atau tidak dan berlakukan ini pada narapidana juga.

Penulis juga menyayangkan kenapa tidak ada niatan untuk mengevaluasi program atau kebijakan ini?  MenkumHAM menyatakan hanya orang tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak memahami nilai kedua pancasila, sehingga tidak mau menerima dan mengampuni ini.

Kembali lagi ini ke konteks pembicaraan Kejahatan Meningkat, MenkumHAM: Jangan Kambinghitamkan napi Asimilasi, ini merupakan ada hal sebab dan akibatnya. Sebabnya apa ini keputusan MenkumHAM agar membebaskan napi asimilasi, kemudian napi Asimilasi melakukan perbuatannya kembali (residivis) dan mengakibatkan masyarakat bertanya-tanya dan was-was terhadap kebijakan MenkumHAM ini.

Disini penulis tidak mengkambinghitamkan napi asimilasi, melainkan kebijakan yang di buat MenkumHAM kurang efektif dan tidak mempertimbangkan kedepan bagimana kondisi masyarakat bilamana kejahatan terus meningkat, Sangat disayangkan.
Terima Kasih


Oleh: Maulana Farras Ilmanhuda (Mahasiswa Unbraw).


Stay Healthy and Stay Safe, Menang Indonesia lawan Covid-19. ****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalin Kerja Sama, Kasad Kunjungi The Royal Netherland Army

AMSTERDAM, - Membangun saling pengertian dan meningkatkan profesionalisme serta kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat negara-negara di Eropa, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman mengawali kunjungan kehormatannya ke Kasad Belanda Lieutenant General Martin Wijnen di The Royal Netherland Army Headquarters, Utrecht Belanda. Senin, (19/9/2022). Kunjungan yang berlangsung dengan penuh keakraban itu, diawali dengan upacara kehormatan secara militer dan dilanjutkan Courtesy Call. Dalam perbincangan, Lieutenant General Martin Wijnen menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Jenderal Dudung serta mengapresiasi penerimaan yang baik oleh TNI AD kepada Netherland Army Logistics saat berkunjung ke Pusbekangad dan Pussenif, dua minggu yang lalu. Selanjutnya Jenderal Dudung menyampaikan upaya-upaya dalam peningkatan kemampuan Angkatan Darat kedua negara melalui pendidikan dan latihan bersama, serta mengundang Lieutenant General Martin Wijne...

Kodim 0732/Sleman Buka Gerai Vaksin Booster di Pendopo Kapanewon Gamping

Sleman --- Kodim 0732/Sleman bersama Dinkes Kabupaten Sleman terus melaksanakan percepatan vaksinasi Booster dengan vaksin Astra Zeneca Sebagai upaya perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal, Seperti yang di laksanakan hari ini di Pendopo kapanewon Gamping,Jumat (25/2/2022) Kepala Staf Kodim 0732/Sleman Mayor Arm Ronang Sasiarto Mengungkapkan, Pemerintah akan berusaha terus meningkatkan capaian vaksinasi booster tersebut hingga ke daerah-daerah, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, Hal ini, tentu saja akan sangat terbantu dengan dukungan pemerintah daerah juga setiap elemen masyarakat,"Katanya. Dalam kesempatan itu pula dirinya juga kembali mengingatkan bahwa vaksinasi booster bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat, Karena itu, perlu bantuan dan partisipasi setiap warga guna percepatan dan pemerataan vaksinasi, agar target vaksinasi segera terpenuhi, termasuk di dalamnya, vaksinasi bagi kelompok r...

Babinsa Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Melaksanakan Komsos

Bantul - Tugas pokok Bintara Pembina Desa (Babinsa) mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah binaan agar semakin meningkatkan kedekatan dengan rakyat melalui Komunikasi Sosial (Komsos). Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 11/Dlingo, Sertu Drajat Haryanto bersama warga melaksanakan giat Komsos di  Dusun Gunung Cilik Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Rabu (9-02-2022).  "Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan, selain sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," jelasnya. Dikatakan, seorang Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah warga binaannya agar komunikasi dengan warga dapat terjalin dengan baik, sehingga berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk menyelesaikannya. Tambahnya Menurutnya, dengan terbentuknya suatu aktualisasi diri pribadi, stabilitas sosial, tert...