Langsung ke konten utama

Guru Besar UT: Keberadaan Desa Belum Maksimal Berikan Pelayanan

Jakarta - Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe, Tangsel menyelenggarakan Bedah Buku Karya Guru Besar UT, Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si berjudul “Pemerintah Desa, Nagari, Gampong. Marga dan Sejenisnya: Pemerintahan Tidak Langsung Warisan Kolonial yang lnkonstitusional”, Rabu (18/12/19).

Buku ini sebelumnya telah diluncurkan bersamaan dengan Acara Puncak Dies Natalis UT ke-35 Lustrum ke Vll Universitas Terbuka, 4 September 2019 lalu.

Dalam ulasannya, Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si mengkritisi Keberadaan Pemerintahan Desa, dimana pemerintah desa sebagai sebuah lembaga tidak ada pekerjaannya. Pekerjaan mereka terfokus pada urusan administrasi. Padahal seharusnya mereka melayani komunitas atau masyarakat suatu desa sesuai dengan kebutuhannya.

“Setelah menyalurkan dana desa yang sekitar Rp1 miliar, para perangkat desa tidak ada pekerjaannya. Selama ini tugas perangkat desa hanya memungut pajak, melayani permintaan surat keterangan, pelaksana proyek, dan menjalankan perintah struktural birokrasi saja. Padahal tugas utama pemerintah desa adalah menyediakan irigasi, memikirkan pendidikan dan kesehatan desa. Bagaimana agar masyarakat lebih dekat dengan rumah sakit, sekolah, dan sarana publik lainnya,” tegas Guru Besar ini.

Dia melanjutkan, dengan kondisi minimnya peran perangkat desa itu maka perlu dicarikan solusi. Kalupun di desa itu ada kegiatan gotong-royong, misalnya saat ada hajatan, itu adalah kegiatan desa sebagai komunitas masyarakat. Bukan kegiatan dari pemerintahan desa, ujarnya.

Melihat kondisi itu, dia minta perangkat desa tidak perlu diangkat jadi PNS. Pasalnya, 420 ribuan perangkat desa yang tersebar di seluruh Indonesia tidak melakukan tugas layaknya pemerintah desa.

“Saya bicara begini atas dasar riset dan menyusun buku ini, karena dilatarbelakangi keprihatinan terhadap masyarakat desa. Desa tidak ada kemajuan karena perangkat desanya tidak bekerja. Yang bekerja itu masyarakatnya dengan adat gotong-royong. Pemerintah desanya enggak kerja,” kata Prof Dr Hanif Nurcholis.

Di tempat yang sama, Prof Dr Sadu Wasistiono, MS, guru besar Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) menilai, perangkat desa memang tidak bisa diangkat PNS sebab akan membebani negara.

Berdasarkan hitungan pemerintah, jika 420 ribu perangkat desa diangkat PNS dengan gaji setara golongan II A, berarti negara harus mengeluarkan dana sekitar Rp7 triliun per tahun. “Itu akan bertambah lagi sesuai masa kerja perangkat desa,” katanya.

Ditempat yang sama, dikatakan Plh Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan Universitas Terbuka, Rahmat Budiman, M.Hum., P.h.D menyampaikan, buku ini sangat relevan dengan isu pembangunan di Indonesia yang berorientasi ke desa. Penulis merupakan ilmuwan dan pakar yang menekuni kajian di bidang kajian tata kelola dan pemerintahan desa.

“Buku tentang pemerintah desa ini masih sangat terbatas di Indonesia. Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si. berupaya menarasikan pemikirannya dengan didukung data dan informasi sejarah nomatif hukum di lndonesia untuk mengonstruksi ulang ‘desa’. Dengan tujuan organ pemerintahan yang benar-benar sesuai dengan lembaga pemerintah dalam memberikan layanan publik tingkat dasar kepada masyarakat desa dengan fungsi utama menyejahterakan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, narasi intelektual pemikiran penulis tersebut disampaikan dalam ll (sebelas) bagian (bab) buku yang diawali dengan senarai pendahuluan tentang desa, nagari, gampong, marga dan sejenisnya. Kemudian, dilanjutkan dengan pembahasan tentang pemen’ntah desa, nagari, gampong, marga dan sejenisnya yang ada saat ini yang dianggap sebagai pemerintahan tidak langsung bentukan kolonial.

“Bentuk ini bukan bentukan masyarakat desa sendiri. Dalam UUD 1945 dan UUD NRJ tidak diatur pemerintah desa, nagari, gampong, marga dan sejenisnya. Sesat pikir UU Nomor 6/2014 tentang desa; pemerintah desa, nagari, gampong, marga dan sejenisnya,” katanya.

Hadir sebagai keynote speaker adalah Dr. Agus Teras Narang, SH, MH (Ketua Komite (DPD RI) di wakilkan, Para panelis yang lain adalah Prof. Dr. Bagir Manan (Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung) dan Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.Si. (Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri) serta dipandu moderator Dr. Nurhidayat, M.M.

Kegiatan Bedah Buku Karya Guru Besar Universitas Terbuka ini diharapkan dapat mendorong para Guru Besar dan semua Dosen UT untuk menuliskan pemikiran ilmiahnya yang dapat dijadikan rujukan pembelajaran di perguruan tinggi dan menyebarluaskan hasil pemikiran dalam bentuk “buku” kepada sivitas akademika di lingkungan UT dan masyarakat luas. (Red).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalin Kerja Sama, Kasad Kunjungi The Royal Netherland Army

AMSTERDAM, - Membangun saling pengertian dan meningkatkan profesionalisme serta kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat negara-negara di Eropa, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman mengawali kunjungan kehormatannya ke Kasad Belanda Lieutenant General Martin Wijnen di The Royal Netherland Army Headquarters, Utrecht Belanda. Senin, (19/9/2022). Kunjungan yang berlangsung dengan penuh keakraban itu, diawali dengan upacara kehormatan secara militer dan dilanjutkan Courtesy Call. Dalam perbincangan, Lieutenant General Martin Wijnen menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Jenderal Dudung serta mengapresiasi penerimaan yang baik oleh TNI AD kepada Netherland Army Logistics saat berkunjung ke Pusbekangad dan Pussenif, dua minggu yang lalu. Selanjutnya Jenderal Dudung menyampaikan upaya-upaya dalam peningkatan kemampuan Angkatan Darat kedua negara melalui pendidikan dan latihan bersama, serta mengundang Lieutenant General Martin Wijne...

Kodim 0732/Sleman Buka Gerai Vaksin Booster di Pendopo Kapanewon Gamping

Sleman --- Kodim 0732/Sleman bersama Dinkes Kabupaten Sleman terus melaksanakan percepatan vaksinasi Booster dengan vaksin Astra Zeneca Sebagai upaya perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal, Seperti yang di laksanakan hari ini di Pendopo kapanewon Gamping,Jumat (25/2/2022) Kepala Staf Kodim 0732/Sleman Mayor Arm Ronang Sasiarto Mengungkapkan, Pemerintah akan berusaha terus meningkatkan capaian vaksinasi booster tersebut hingga ke daerah-daerah, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, Hal ini, tentu saja akan sangat terbantu dengan dukungan pemerintah daerah juga setiap elemen masyarakat,"Katanya. Dalam kesempatan itu pula dirinya juga kembali mengingatkan bahwa vaksinasi booster bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat, Karena itu, perlu bantuan dan partisipasi setiap warga guna percepatan dan pemerataan vaksinasi, agar target vaksinasi segera terpenuhi, termasuk di dalamnya, vaksinasi bagi kelompok r...

Babinsa Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Melaksanakan Komsos

Bantul - Tugas pokok Bintara Pembina Desa (Babinsa) mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah binaan agar semakin meningkatkan kedekatan dengan rakyat melalui Komunikasi Sosial (Komsos). Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 11/Dlingo, Sertu Drajat Haryanto bersama warga melaksanakan giat Komsos di  Dusun Gunung Cilik Kalurahan Muntuk Kapanewon Dlingo. Rabu (9-02-2022).  "Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan, selain sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," jelasnya. Dikatakan, seorang Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah warga binaannya agar komunikasi dengan warga dapat terjalin dengan baik, sehingga berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk menyelesaikannya. Tambahnya Menurutnya, dengan terbentuknya suatu aktualisasi diri pribadi, stabilitas sosial, tert...